Website || Pengadilan Agama Sungai Raya Kelas 1B
Berita

Apel Pagi Pengadilan Agama Sungai Raya Awali Pekan Kerja dengan Sejumlah Agenda Prioritas

Sungai Raya, 28 April 2025 – Suasana pagi di halaman Pengadilan Agama Sungai Raya tampak khidmat saat seluruh pegawai mengikuti apel pagi rutin. Bertindak sebagai pembina apel pada kesempatan kali ini adalah Ketua Pengadilan Agama Sungai Raya, Miftahul Arwani, S.H.I., yang menyampaikan sejumlah amanat penting sebagai pedoman pelaksanaan tugas dan agenda kerja dalam pekan yang akan datang.

Mengawali amanatnya, Miftahul Arwani menginformasikan agenda utama yang akan dilaksanakan pada minggu ini, yaitu pelaksanaan Sidang Keliling di Kecamatan Sungai Kakap. Sebanyak delapan perkara telah diagendakan untuk disidangkan dalam upaya mendekatkan pelayanan peradilan kepada masyarakat yang berdomisili jauh dari kantor pengadilan. Beliau menekankan pentingnya persiapan matang dari seluruh tim yang terlibat, mulai dari Majelis Hakim, Panitera Pengganti, Juru Sita/Juru Sita Pengganti, hingga staf administrasi yang bertugas menyiapkan berkas perkara, relaas panggilan, serta sarana dan prasarana penunjang lainnya.

Kesuksesan Sidang Keliling ini adalah cerminan komitmen kita dalam memberikan pelayanan yang prima dan memudahkan akses keadilan bagi masyarakat. Saya berharap seluruh tim dapat bekerja sama dengan solid dan memastikan semua persiapan berjalan lancar,” ujar Miftahul.

Agenda penting berikutnya yang disampaikan oleh Ketua Pengadilan Agama Sungai Raya adalah pelaksanaan Sidang Itsbat Nikah Terpadu Mandiri. Kegiatan yang dijadwalkan pada awal bulan Mei 2025 ini merupakan hasil kerjasama dengan lembaga masyarakat dan akan diselenggarakan di Aula Kantor Bupati Kabupaten Kubu Raya. Miftahul Arwani mengharapkan dan memanjatkan doa agar pelaksanaan agenda strategis ini dapat berjalan tanpa kendala dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat yang membutuhkan pengesahan pernikahan secara resmi.

Sebagai penutup amanat apel pagi, Ketua Pengadilan Agama Sungai Raya menyampaikan pesan yang mendalam mengenai 10 Budaya Malu Aparatur Sipil Negara (ASN). Beliau mengutip hadis Rasulullah SAW, “AlHaya u Minal Iman” yang berarti “Malu adalah sebagian dari Iman.” Beliau mengingatkan bahwa rasa malu terhadap perbuatan yang tidak baik merupakan indikator adanya keimanan dalam diri seorang muslim.

Budaya malu datang terlambat, malu pekerjaan terbengkalai, dan malu pekerjaan tanpa program harus mampu kita jadikan sebagai pedoman utama dalam setiap aktivitas kita di kantor. Dengan internalisasi budaya malu ini, diharapkan kita semua dapat bekerja dengan lebih bertanggung jawab, disiplin, dan memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat,” pungkasnya.(Hl)

Views: 10

Facebook
YouTube
Instagram