Jangan Pernah Tinggalkan Keikhlasan Beribadah, Ini 3 Tingkatannya
Syekh Muhammad Nawawi bin Umar al-Banteni menegaskan bahwa kualitas ibadah seseorang sangat ditentukan oleh tingkat keikhlasan yang bersemayam di dalam hati. Melalui kitab Nurudh Dholam, ulama besar asal Banten itu menjelaskan bahwa ikhlas memiliki tiga tingkatan, mulai dari keikhlasan tertinggi yang hanya mengharap ridha Allah, hingga keikhlasan paling rendah ketika ibadah dilakukan demi memperoleh keuntungan duniawi.
Dalam kitab Nurudh Dholam, Syekh Nawawi Al-Bantani menyampaikan bahwa tingkatan pertama, ikhlas karena Allah. Ikhlas karena Allah menempati posisi pertama dan utama. Ikhlas dalam kelompok ini adalah seorang mukmin ketika beribadah kepada Allah dan melakukan amal saleh, sama sekali tidak mengharapkan apapun kecuali ridha Allah, tidak juga mengharapkan pahala surga atau untuk menghindari siksa neraka. Menurut Syekh Nawawi, ikhlas seperti ini berada pada tingkatan tertinggi.
Tingkat kedua, ikhlas karena akhirat. Tingkatan ikhlas kedua adalah beribadah dan beramal saleh karena mengharapkan pahala, mendapatkan surga, dan takut pada siksa neraka. Menurut Syekh Nawawi, tingkatan ikhlas ini berada pada tingkatan menengah.
Ketiga, ikhlas karena dunia. Tingkatan ikhlas terakhir adalah beribadah karena mengharapkan balasan di dunia, misalnya seseorang melakukan ibadah membaca Surat Al-Waqiah dengan harapan bisa mendapat kekayaan, mengeluarkan sedekah berharap mendapat rezeki yang berlipat ganda, dan seterusnya.
Menurut Syekh Nawawi, ikhlas seperti itu adalah ikhlas yang berada pada tingkatan paling rendah.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
قُلْ اَتُحَاۤجُّوْنَنَا فِى اللّٰهِ وَهُوَ رَبُّنَا وَرَبُّكُمْۚ وَلَنَآ اَعْمَالُنَا وَلَكُمْ اَعْمَالُكُمْۚ وَنَحْنُ لَهٗ مُخْلِصُوْنَ ۙ
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Apakah kamu (Yahudi dan Nasrani) hendak berdebat dengan kami tentang Allah? Padahal, Dia adalah Tuhan kami dan Tuhan kamu. Bagi kami amalan kami, bagi kamu amalan kamu. Hanya kepada-Nya kami dengan tulus mengabdikan diri. (QS Al-Baqarah Ayat 139). Dalam ayat ini dijelaskan bahwa hanya kepada Allah seorang hamba dengan tulus ikhlas mengabdikan diri tanpa mempersekutukan-Nya.
sumber : www.republika.co.id
Views: 15
