Website || Pengadilan Agama Sungai Raya Kelas 1B
Berita

PA Sungai Raya Selenggarakan Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 2025: Tekankan Pancasila sebagai Fondasi Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045

Sungai Raya, Kalimantan Barat – Pengadilan Agama (PA) Sungai Raya hari ini, 2 Juni 2025, melaksanakan upacara bendera untuk memperingati Hari Lahir Pancasila Tahun 2025. Upacara yang digelar pukul 07.00 WIB di halaman kantor ini dihadiri lengkap oleh Ketua PA Sungai Raya, Miftahul Arwani, S.H.I., yang bertindak sebagai inspektur upacara, didampingi Wakil Ketua PA Sungai Raya, Dr. Massadi, S.Ag., M.H., serta seluruh jajaran Hakim, Panitera, Sekretaris, pejabat struktural dan fungsional, pelaksana, hingga CPNS di lingkungan PA Sungai Raya.

Pelaksanaan upacara ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Nomor 5 Tahun 2025 dan Surat Sekretaris Mahkamah Agung RI Nomor 4443/SEK/HM3.1.1/V/2025. Mengacu pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2016 yang menetapkan 1 Juni 1945 sebagai Hari Lahir Pancasila, setiap tanggal 1 Juni menjadi momentum bagi segenap komponen bangsa untuk memperingati dan mengarusutamakan Pancasila sebagai panduan dalam seluruh aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Dalam amanatnya, Ketua PA Sungai Raya membacakan pidato dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yang menggarisbawahi bahwa Pancasila bukan sekadar dokumen historis atau teks normatif dalam Pembukaan UUD 1945. “Ia adalah jiwa bangsa, pedoman hidup bersama, serta bintang penuntun dalam mewujudkan cita-cita Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur,” ujar beliau.

Amanat tersebut juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk merenungkan kembali Pancasila sebagai rumah besar bagi keberagaman Indonesia, yang mampu mempersatukan lebih dari 270 juta jiwa dengan latar belakang suku, agama, ras, budaya, dan bahasa yang berbeda. “Dalam Pancasila, kita belajar bahwa kebinekaan bukanlah alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk bersatu,” tambahnya.

Dalam konteks pembangunan nasional, Ketua PA Sungai Raya juga menyoroti relevansi Pancasila dengan delapan agenda prioritas pemerintah, yaitu Asta Cita, menuju Indonesia Emas 2045. Salah satu prioritas fundamental dalam Asta Cita adalah memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia. Hal ini ditekankan karena kemajuan tanpa arah ideologis dan tanpa pondasi nilai-nilai Pancasila berpotensi melahirkan ketimpangan dan dehumanisasi.

Menghadapi tantangan era globalisasi dan digitalisasi yang kompleks, termasuk penyebaran paham ekstremisme, radikalisme, intoleransi, dan disinformasi, amanat BPIP yang dibacakan Ketua PA Sungai Raya menyerukan revitalisasi nilai-nilai Pancasila dalam segala dimensi kehidupan:

  1. Pendidikan: Penanaman Pancasila sejak dini, bukan hanya dalam pelajaran formal, tetapi dalam praktik keseharian untuk melahirkan generasi cerdas intelektual, tangguh karakter, dan kuat integritas moral.
  2. Pemerintahan dan Birokrasi: Penerapan nilai-nilai Pancasila dalam pelayanan publik yang berkeadilan, transparan, dan berpihak pada rakyat, serta memastikan kebijakan mencerminkan semangat kemanusiaan dan keadilan sosial.
  3. Ekonomi: Pembangunan yang dinikmati seluruh rakyat Indonesia, berorientasi pada keadilan sosial, dan pemberdayaan UMKM, ekonomi kerakyatan, serta koperasi.
  4. Ruang Digital: Pembangunan kesadaran kolektif bahwa dunia maya bukan ruang bebas nilai, dengan menegakkan etika, toleransi, dan saling menghargai, serta memerangi hoaks dan ujaran kebencian melalui literasi digital dan gotong royong.

Peringatan Hari Lahir Pancasila ini menjadi pengingat bahwa masa depan bangsa ada di tangan seluruh warga negara. Upacara ditutup dengan ajakan untuk terus bergotong-royong, menjaga persatuan, menghargai perbedaan, dan menjadikan Pancasila sebagai sumber inspirasi dalam setiap aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.(Hl)

Views: 13

Facebook
YouTube
Instagram