Pengadilan Agama Sungai Raya Gelar KURMA Series #6, Ketua PA Sungai Raya Ingatkan Pentingnya Birrul Walidain di Bulan Ramadhan
Sungai Raya, 11 Maret 2025 – Pengadilan Agama Sungai Raya kembali menggelar KURMA (Kuliah Ramadhan) Series, kali ini memasuki edisi ke-6. Acara yang menjadi agenda rutin selama bulan Ramadhan ini menghadirkan Ketua Pengadilan Agama Sungai Raya, Miftahul Arwani, S.H.I., sebagai penceramah. Dalam tausiyahnya, Miftahul Arwani mengangkat tema “Birrul Walidain”, yaitu bakti kepada kedua orang tua.
Miftahul Arwani memulai tausiyahnya dengan mengingatkan kembali akan pentingnya berbakti kepada kedua orang tua, terutama di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini.
“Birrul walidain adalah salah satu amalan yang paling dicintai oleh Allah SWT. Di bulan Ramadhan ini, mari kita tingkatkan bakti kita kepada kedua orang tua, baik yang masih hidup maupun yang telah tiada,” ujar Miftahul Arwani.
Beliau kemudian mengutip hadis riwayat Bukhari dan Muslim yang menjelaskan tentang kedudukan ibu yang tiga kali lebih utama daripada ayah. Hadis tersebut berbunyi:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُوْلِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ : يَا رَسُوْلَ اللهِ، مَنْ أَحَقُّ النَّاسِ بِحُسْنِ صَحَابَتِي ؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ، قَالَ أَبُوْكَ رواه البخاري ومسلم
Artinya: Dari Abu Hurairah RA, “Seseorang datang kepada Rasulullah SAW dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi SAW menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi SAW menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi SAW menjawab, ‘Kemuidan ayahmu.'” (HR Bukhari dan Muslim).
Miftahul Arwani menjelaskan bahwa kedudukan ibu tiga kali lebih utama daripada ayah karena ibu telah melakukan tiga hal kepada anaknya yang tidak bisa dilakukan ayah, yaitu mengandung, melahirkan, dan menyusui.
“Hadis ini menunjukkan betapa besar pengorbanan seorang ibu kepada anaknya. Oleh karena itu, sudah sepatutnya kita membalas jasa-jasa ibu dengan berbakti kepadanya,” tuturnya.
Beliau juga mengingatkan bahwa berbakti kepada orang tua tidak hanya dilakukan dengan perkataan, tetapi juga dengan perbuatan. Beliau mengajak seluruh pegawai untuk selalu mendoakan kedua orang tua, membantu mereka dalam kesulitan, dan menjaga nama baik mereka.
“Mari kita jadikan bulan Ramadhan ini sebagai momentum untuk meningkatkan bakti kita kepada kedua orang tua. Jangan sampai kita menyakiti hati mereka dengan perkataan atau perbuatan kita,” ajaknya.(Hl)
Views: 16

